Home » , » Tentang kamu yang tak pernah habis

Tentang kamu yang tak pernah habis

"Ini bukan tentang perpisahan yang tanpa tangis, ini tentang kamu yang tak pernah habis"

Sebuah Quote yang gue baca dari tweetnya @_geniuss ini menggambarkan tentang cinta seseorang yang tak pernah habis walau hubungannya sudah habis *sebut saja begitu*. Ceritanya sama seperti apa yang pernah gue alami beberapa waktu lalu.
Pernah mencintai seseorang yang sulit untuk mencinta.


Mengenalnya adalah hal terindah yang pernah gue miliki.
Setiap langkah yang gue lalui untuk menemuinya adalah langkah yang selalu terekam menjadi memori indah, bukan karena usaha gue untuk menemuinya, tapi indah karena langkah ini tahu seberapa berharga orang yang akan ditemuinya.
Untuk selalu bersamanya memang sangat sulit. Bukan karena masalah jarak ataupun materi, tapi karena kesibukkan kita masing-masinglah yang menyebabkan kurangnya waktu untuk kita bersama.
Bahkan untuk sekedar berkomunikasi pun sangat jarang.
Sesekali gue menyempatkan waktu luang gue buat menghubunginya, hanya untuk memastikan kalo dia baik-baik aja.
Semua angan-angan yang gue ucap selalu dia ucapkan juga dengan senyum dan tatapan mata indah yang dia miliki, kadang muncul senyum tipis dibibirnya, kadang keluar juga tawa lebarnya saat gue dan dia duduk bersebelahan sambil membicarakan hal tentang kita.
Ucapannya selalu gue denger baik-baik, sesekali gue memjamkan mata sambil meresapi suara dan kehadirannya saat dia bercerita banyak semua yang ingin dia ceritakan. Dan tanpanya kini, gue lupa apa yang selama ini gue cari
Gue sadar, kesibukkan kitalah yang menjadi penyebab renggang-nya hubungan ini.
Gue selalu mencoba mempertahankannya, tapi apa gunanya jika yang dia inginkan jusru membuat gue jauh darinya.
Dan sejak saat itu, semua yang indah perlahan melangkahkan kakinya jauh, mata gue yang tidak pernah bosan menatapnya pun harus menjatuhkan air mata karena tidak ingin ini terjadi.
Tidak ada lagi kebahagiaan, tidak ada lagi canda tawa, tidak ada lagi cerita panjang yang selalu gue denger darinya, hanya sebuah rekaman suara yang pernah dia kirim melalui seluler, suara yang akan selalu bisa gue denger dalam ingatan.
Gue akui kalo apa yang gue lakuin buat selalu ada untuknya ga bisa gue lakuin dengan baik, sekalipun gue berusaha sekuat tenaga.
Tetapi bagaimanapun cerita akhirnya, yang pasti, gue akan selalu menyimpan semua kenangan itu baik-baik, seperti dia yang gue simpan di dalam hati.
~~~~~~ -- ~~~~~

0 komentar:

Post a Comment